Dalam hati, Ei merasa ramadhan tahun ini berbeda dari tahun – tahun sebelumnya. Menurutnya, pada ramadhan tahun ini ia merasakan sepi dalam rumah. Iya, terhitung sejak 6 bulan ini ayahnya “Ei” pergi ke luar kota, yaitu Garut (Bandung, Jawa Barat). Sang Ayah pergi ke Garut untuk melaksanakan pekerjaannya, sebab sang Ayah ada sebuah toko dan harus menjaganya , adalah “Toko Batik” di salah satu mall Kota Garut.
"Jika ada waktu untuk pulang, Ayahku pulang ke rumah yaitu di Yogyakarta. Sebisa mungkin Ayah Bolak-balik
antara Yogyakarta-Garut. Kadang sekali dalam seminggu, sekali dalam sebulan dan
terkadang dalam sebulan pun Ayah tidak pulang ke rumah. Tergantung gimana
keadaan. Semua dilakukan demi
keluarganya, untuk istri dan kedua anaknya yaitu aku (Ei) dan adiknya".
"Ayahku adalah sosok laki-laki
hebat yang bertanggung jawab untuk keluarganya. Pekerja keras dan tidak mudah
menyerah, apapun dilakukan untuk kebahagiaan istri dan anak-anaknya. Aku beruntung memiliki orangtua seperti mereka, Ibu...Ayah".
"Ei sangat merindukan Ayah, apalagi di bulan ramadhan ini. Rindu untuk
sahur, berbuka, tarawih dan tadarus bersama Ayah. Semua rindu Ayah. Ayah lekas pulang, ya.
Selalu baik-baik di sana ya, Ayah. Jaga kesehatan Ayah. Begitu celoteh Ei di setiap waktu akan tidurnya".
"Di setiap sepertiga malamku,
tidak lupa selalu berdoa buat Ayah".
Tuhan, lindungi Ayahku di setiap
langkahnya..
Serta beri Ayah kekuatan dan kesabaran untuk menjalani hidup ini..
Berilah rezeki yang halal..
Jauhkan Ayah dari segala marabahaya..
Sayangi, pula cintai Ayahku, Tuhan..
Berikan Ayah selalu petunjukMu..
Panjangkan umurnya dan kesehatan yang baik.
Amin.
Dengan cinta dan doa,
Dari seorang putri kecil
yang merindu Ayah.
No comments:
Post a Comment