Wednesday, July 10, 2013

Sesungguhnya akan bagaimana akhirnya?



“Sesungguhnya akan bagaimana akhirnya?” – Hari demi hari ku lalui yang bertemankan sepi dan sunyi. Hanya bayang-bayangmu yang menghantui. Tanpa sosok kamu di sisi. Aku tahu, kini kamu sedang berada dalam sebuah kebingungan dan ketidaktahuan untuk mengambil sebuah kepastian dan keputusan.

“Sesungguhnya akan bagaimana akhirnya?” – Seringkali hati bertanya, bagaimana dengan “kita” aku dan kamu yang masih bertahan dengan ketidakpastian? Sekiranya hati sudah merasa kaku,  kesal, marah dan capek. Raga pun merasakannya

“Sesungguhnya akan bagaimana akhirnya?” – Di sini aku menunggumu, dengan rindu yang sangat banyak. Banyak sekali. Aku mencoba menahannya. Sesekali hati ini menangis karna rindu. Rindu kepulanganmu, rindu akan sebuah peluk, rindu akan sebuah senyum manismu. Rindu semua tentangmu.

“Sesungguhnya akan bagaimana akhirnya?” – Jika kamu hanya diam, jika hanya satu yang memperjuangkan. Apakah sebuah “kita” aku dan kamu akan terus bertahan dan bersatu? 
Aku selalu berdoa untuk kita. Entah.. akan bagaimana akhirnya.. dan jika kepastian dan keputusan itu telah tiba. Apapun itu, aku harus bisa menerima. 

Harapku adalah suatu hal yang bernamakan kebahagiaan. Bukan kepedihan.





kecup kening teruntuk yang jauh

Ramadhan yang berbeda. Dulu tak begini.


Dalam hati, Ei merasa ramadhan tahun ini berbeda dari tahun – tahun sebelumnya.  Menurutnya, pada ramadhan tahun ini ia merasakan sepi dalam rumah. Iya, terhitung sejak 6 bulan ini ayahnya “Ei” pergi ke luar kota, yaitu Garut (Bandung, Jawa Barat). Sang Ayah pergi ke Garut untuk melaksanakan pekerjaannya, sebab sang Ayah  ada sebuah toko dan harus menjaganya , adalah “Toko Batik” di salah satu mall Kota Garut.

"Jika ada waktu untuk pulang, Ayahku pulang ke rumah yaitu di Yogyakarta. Sebisa mungkin Ayah Bolak-balik antara Yogyakarta-Garut. Kadang sekali dalam seminggu, sekali dalam sebulan dan terkadang dalam sebulan pun Ayah tidak pulang ke rumah. Tergantung gimana keadaan.  Semua dilakukan demi keluarganya, untuk istri dan kedua anaknya yaitu  aku (Ei) dan adiknya". 

"Ayahku adalah sosok laki-laki hebat yang bertanggung jawab untuk keluarganya. Pekerja keras dan tidak mudah menyerah, apapun dilakukan untuk kebahagiaan istri dan anak-anaknya. Aku beruntung memiliki orangtua seperti mereka, Ibu...Ayah".
"Ei sangat merindukan  Ayah, apalagi di bulan ramadhan ini. Rindu untuk sahur, berbuka, tarawih dan tadarus bersama  Ayah. Semua rindu Ayah. Ayah lekas pulang, ya. Selalu baik-baik di sana ya, Ayah. Jaga kesehatan Ayah. Begitu celoteh Ei di setiap waktu akan tidurnya".

"Di setiap sepertiga malamku, tidak lupa selalu berdoa buat Ayah".

Tuhan, lindungi  Ayahku di setiap langkahnya..
Serta beri Ayah kekuatan dan kesabaran untuk menjalani hidup ini..
Berilah rezeki yang halal..
Jauhkan Ayah dari segala marabahaya..
Sayangi, pula cintai Ayahku, Tuhan..
Berikan Ayah selalu petunjukMu..
Panjangkan umurnya dan kesehatan yang baik.
Amin.






Dengan cinta dan doa,
Dari seorang putri kecil
yang merindu Ayah.
 

Tuesday, July 9, 2013

Penetapan Awal Ramadhan Tahun 2013.

*Mengapa? Mengapa harus ada perbedaan dalam penetapan awal ramadhan?* itulah pertanyaan yang selalu ada di kepala saya. Heran deh, toh kita semua sama, manusia beragama islam. Tapi,,, yasudahlah. Namanya juga hidup. Pasti ada yang pilih A, ada juga yang pilih B, C dan seterusnya. Pun mereka juga memiliki alasan dan cara dari setiap apa yang mereka pilih dan pikirkan.

 Dari sumber yang saya baca, Penetapan awal puasa ini diambil dalam sidang isbat di Kementerian Agama di Jakarta, hari Senin (08/07). Hadir pula dalam sidang isbat ini adalah sejumlah ormas Islam, para ahli astronomi dll dkk dsb. Pemerintah menggunakan dua pendekatan dalam penentuan hari pertama Ramadan, yaitu melakukan penghitungan hisab dan kegiatan rukyat.
" Jadi, melakukan penghitungan yang namanya hisab tentang hilal (bulan), lalu membuktikan secara empirik, visual, melalui pengamatan atas hilal di beberapa titik di seluruh Indonesia".

Kementerian Agama memutuskan bahwa awal Ramadan 1434 H jatuh pada hari Rabu 10 Juli 2013. 

" PBNU tahun 2013 menyebutkan ijtima’ atau konjungsi akan terjadi pada Senin (8/7/2013) pukul 14:15:13 WIB, tinggi hilal saat dilakukan pengamatan 0o21’45” dengan posisi miring ke selatan, dan hilal akan berada di ufuk selama 3 menit 16 detik.
 Berdasarkan data hisab tersebut, sesuai dengan kriteria imkanurrukyat atau visibilitas pengamatan, maka menurut prediksi hisab NU bahwa awal Ramadhan 1434 H akan jatuh pada hari Rabu (10/7/2013) "

" Dalam maklumatnya, Muhammadiyah telah menetapkan ijtima jelang Ramadhan 1434 H, akan terjadi pada hari Senin Pon, 8 Juli 2013 mulai pukul 14:15:55WIB, sedangkan tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta adalah +0® 44’ 59” dan hilal akan wujud membelah dari kawasan Indonesia.
Dengan kriteria hisab wujudul hilal yang telah terpenuhi tersebut, PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1434 H akan jatuh pada Selasa Wage, 9 Juli 2013 "

HAH! Jadi, kalian pada mau ikut puasa yang mulai hari Selasa atau Rabu? :D
Tidak usah bingung ya, jalani apa yang kalian yakini. Kata temen saya Galih, "Puasa itu ibadah pribadi, setiap keputusan ada dalilnya".
Mulai puasa hari Selasa maupun hari Rabu menurut saya sih sama aja hehe,yang terpenting niat kita menjalankan ibadah puasa adalah ikhlas karena Allah SWT.




Marhaban ya Ramadhan, maaf lahir batin ^^
Selamat puasa.