Jauh darimu itu menyiksa. Jarak sangat mungkin mengasah kerinduan
hingga runcingnya menghunjam aku dan bagian-bagian dariku yang tak
nampak. Namun, tidakkah kau mengerti bahwa menjaga kerinduan, dan
kecintaanku terhadapmu adalah menarik untuk setiap saat kutuliskan pada
lembar kebahagiaan?
Jika aku mampu, kupeluk tubuhmu tak hanya di masa ini. Jika aku bisa,
kutemani kau setiap saat tanpa jeda waktu, hingga tak sedetikpun kau
merasa kehilangan aku. Namun, jika kau menginginkan kedekatan yang harus
kita usahakan dengan berlari mengejar waktu, tak ada lain yang bisa
kutunjukkan selain secungkup permintaan maaf disertai membawanya dengan
napas tersengal-sengal.
Sebab, Manisku, di sini pun aku sedang
mempersiapkan diri. Aku harus berlatih menyelesaikan tugas-tugas kecil
sebelum nantinya aku ditugasi Tuhan mengurusmu setiap hari. Kau tentu
tau, ini butuh waktu.
Kau yang mengajarkanku kesabaran. Maka, jaga kesabaranmu.
Bersabarlah, Sayang.. Aku yakin keadaan seperti ini tak akan lama lagi.
Lautan kata-kata.



