Tuesday, April 23, 2013

Terjebak Nostalgia

Oke. Ini hanya kebetulan atau... ah, yasudahlah. Semesta baik.
 Lagi-lagi aku menurutimu. Tidak terbayang olehku bahwa kita, aku dan kamu akan bertemu. Sudah berapa lama kita tak bertatap muka?



"Gimana, kapan? Jam berapa?"
"Jam 4."
"Sore? Itu ngajar dimana sih?"
"Iya, ngajar anak-anak pesisir. Gimana?"
"Oke beres.. tapi aku jadi pendamping dulu ya kan belum tau metode di sini."
"He eh sambil diliat dan diamati dulu  gimana hehe."
"Ok Ok. Besok, ya."
"Iya."

.........

"Mau dijemput jam berapa?"
"Gapapa gak usah dijemput, nanti aku bawa motor sendiri saja."
"Nanti jatuh lagi, kan suka gitu kamu."
"Aku gak enak kalau kamu jemput, jauh kasian."
 "Habis ashar aku jemput."
"Yaudah terserah."
"Ntar aku jemput pakai kuda."
"Haha yakali pangeran gitu naik kuda."


.......

"Gimana jadi mau jemput? Jam berapa?"
"Ini lagi ganti baju, siap-siap ya kamu."
"Iya ini lagi siap-siap yeee"
...
"On the way."
"Okaaay'
...
"Sampai manaaaaa"
....
"Udah mau sampai."


Sore,, aku dan kamu berkunjung ke pesisir pantai. Di sana ada sebuah bangunan sekolah yang mungil, hanya terdapat tiga ruangan. Aku mengantar kamu ikut bergabung dengan teman-temanku untuk bersosialisasi mengajar di sebuah tempat yang masih sangat minim pendidikan.
Aku menunggu dan melihat bagaimana kamu memberi seuntai senyum kepada mereka, memberikan ilmu dan apa-apa yang baik yang bisa kamu berikan kepada anak-anak kecil yang ada di dalam kelas tersebut.

 Dulu, aku belum pernah melihat kamu seperti ini.  Di depan mataku. Aku melihat semua itu. Aku terharu.






Pada suatu malam di sebuah meja (kayu) makan berbentuk kotak panjang dengan hidangan nasi panas, ayam goreng , lalapan sayur, teh hangat dan es jeruk

No comments:

Post a Comment