Wednesday, December 19, 2012

Aku, Kamu dan Jarak. ( Yang Tak Lagi Satu)








Malam ini terasa sepi, sunyi dan di iringi gerimis-gerimis romantis dengan hangatnya segelas kopi..
Dimana malam yang berbeda dari malam-malam sebelumnya.
Di setiap malam, bahkan hari-hari yang selalu kamu suguhkan dengan senyuman, sendu gurau, amarah dan ucapan-ucapan hangat nan manis untukku..
Tapi kini semua telah berbeda, semuanya telah berakhir.

Jarak, iya jarak.
Aku dan kamu telah kalah dengan jarak. Belum bisa memenangkannya.
Bertahan dalam suatu ketidakpastian.
Ketidakpastian kapan kamu di sampingku dan semua yang berhubungan dengan kita,

Sebuah peluk yang selalu ku nanti disaat bertemu,
Yang akan menghangatkanku jika udara dingin menyelimutiku dan disaat aku merasa lelah keluh kesah atas semesta ini.
Air mata yang selalu membahasi pipi karena rindu yang tak pernah padam..
Apakah aku harus menyalahkan jarak?
Atau melawan jarak hingga aku bertahan?
Entah.....

Rindu. Aku rindu kamu..... banyak. Sangat banyak.
Aku merindukan kita yang dulu.
Kita yang bahagia..

Rindu dimana kamu datang ke Kotaku,
Rindu dimana aku berdiri tegap melihat sosok kamu melaksanakan sholat,
Rindu akan kamu yang tidak pernah capek mengingatkan aku untuk tidak telat makan dan agar selalu menghabiskan makananku.
Rindu dimana kamu selalu memberi semangat untukku agar terus belajar dan meraih apa yang aku cita-citakan.
Rindu akan kita ngobrol have fun di facebook, twitter, SMS, BBM, telfon dan sebagainya.
Rindu dimana kita suka saling mengejek satu sama lain
Rindu dimana kita saling ngeyel-ngeyelan
Dan ......
Aku merindukan semua tentangmu, tentang kita..

Dulu aku pernah berucap bahwa jika kelak aku sudah mempunyai penghasilan sendiri, akan segera membeli sebuah tiket untuk pergi ke Kotamu.
Menikmati keindahan kota berdua, menyaksikan senja dan menghabiskan malam dengan segelas kopi kesukaanmu.

Kini, apa kabarmu?
Semoga kamu selalu baik setelah tidak adanya kita, setelah kamu dengan dirinya sekarang.
Jika memang itu pilihanmu, berbahagialah!
Mungkin Tuhan belum mengizinkan kita untuk bersama.

Lalu bagaimana dengan aku?
Aku bersyukur, semesta telah mempertemukan aku dengan kamu walaupun itu singkat.
Hidup adalah perjalanan, dan perjalananku masih panjang.
Tuhan itu Maha baik. 
Terima kasih, Tuhan.
Terima kasih, kamu..





















<3 <3 <3



4 comments: